DASAR FOTOGRAFI BAGI PEMULA


            Fotografi dalam bahasa inggrisnya Photography adalah seni melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Pada umumnya fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari  suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat yang populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang dapat dibuat, dengan  begitu gambar akan terlihat gelap atau hitam tanpa adanya cahaya.

            Prinsip pada fotografi yaitu memfokuskan cahaya pada lensa, jika ukuran lumitas cahaya yang tepat masuk kedalam lensa maka akan menghasilkan hasil bayangan yang sama. Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan sautu foto atau gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lighmeter (alat ukur intensitas cahaya yang masuk). Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer biasa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (Shutter Speed). Nah, ketiganya itu sering disebut sebagai segitiga eksposur, dan merupakan hal dasar dalam dunia fotografi.

            Dengan membaca artikel ini kamu akan mengerti dan memahami apa itu ISO, Aperture, dan Shutter Speed atau biasa disebut segitiga eksposur. Dunia fotografi semakin populer saat ini, tidak mesti menggunakan Dslr, dengan smartphone pun kamu bisa menghasilkan foto yang bagus. Hal ini tentunya didukung dengan semakin baiknya kualitas kamera, software serta teknologi yang ditanamkan dalam smartphone (Hp) tersebut. Bahkan ada smartphone low-end yang sudah dibekali dengan pengaturan kamera secara manual. Kondisi ini membuat para pengguna smartphone harus paham dengan yang namanya Aperture, ISO, dan Shutter Speed agar bisa memaksimalkan fungsi dari kamera yang dimiliki. Oleh karena itu, pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang apa itu Aperture, ISO, dan Shutter Speed.

1.      Apa itu Shutter Speed?

Shutter Speed merupakan ukuran kecepatan buka tutup jendela sensor atau selama apa sensor menerima cahaya. Kecepatan Shutter Speed diukur dalam satuan second (detik), semakin cepat Shutter Speed semakin cepat pula sensor menerima cahaya yang masuk dan sebaliknya.

Contoh : Shutter Speed 1/10s lebih lambat 5 kali dibanding 1/100s.

Pada DLSR. Kecepatan shutter dilakukan secara mekanis dengan membuka tutup cermin dan jendela shutter yang terdapat di depan sensor, sementara mirroless, kecepatan shutter dilakukan secara elektrik hingga bisa menghasilkan Shutter yang sangat tinggi. misalnya 1/8000s hingga 1/16000s.

Cepat dan lambatnya Shutter Speed sangat mempengaruhi gambar atau foto yang dihasilkan. Gambar disebelah ini menggunakan Shutter Speed lambat (Long Exposure) sekitar 1/6s sehingga membuat gerakan air menjadi lembut.

Sementara foto di bawahnya menggunakan Shutter Speed yang sangat cepat sehingga membuat air dan buah membeku. Artinya shutter speed yang tinggi mampu mengambil gambar atau foto yang berjalan atau sedang bergerak.

Jadi semakin lama Shutter Speed yang diberikan, akan semakin terang foto yang diperoleh karena intensitas cahaya yang masuk ke sensor semakin banyak.

 

2.      Apa itu Aperture?

Aperture atau bukaan lensa adalah ukuran seberapa besar atau kecil terbukanya diafragma lensa yang diukur dengan f-number. Yang menarik, semakin kecil bukaan angka f-stop yang tertera, semakin besar pula bukaannya,             jadi jangan sampai salah persepsi ya. Semakin besar bukaan lensa (f-number semakin kecil) semakin banyak cahaya pula cahaya yang akan masuk. Kita ibaratkan jendela, semakin lebar jendela dibukan akan semakin banyak cahaya yang masuk.

Contoh : Aperture f 1.4 memiliki bukaan lensa yang paling besar dibandingkan f 1.8

Besar kecil bukaan lensa akan berpengaruh pada hasil gambar yang akan didapat. Semakin besar bukaan lensa (f-number semakin kecil) akan mempengaruhi 2 hal berikut :

1.  Foto yang dihasilkan akan semakin terang karena jumlah cahaya yang masuk semakin banyak.

2.      Depth Of Field atau ruang tajam semakin sempit sehingga background foto yang dihasilkan lebih bokeh/blur dan sebaliknya.

            Untuk mendapatkan foto yang lebih bokeh/blur. Biasanya digunakan untuk pemotretan manusia/ portraiture, gunakan aperture terbesar (f-number terkecil) yang dimiliki oleh lensa contoh f 1.2 dan biasa terdapat pada lensa fix. Untuk mendapatkan ruang tajam yang luas, biasanya pemotretan landscape, gunakan bukaan terkecil lensa (f-number terbesar), contoh f 22 dan biasa terdapat pada lensa tele atau super zoom.

Apa Pengaruh Aperture terhadap Shutter Speed ?

Tentu saja berpengaruh, seperti yang dijelaskan sebelumnya, semakin besar bukaan lensa maka intensitas cahaya yang masuk akan semakin banyak. Hal ini tentu berakibat pada Shutter Speed.

Karena jumlah cahaya yang masuk semakin banyak, maka shutter speed yang kamu dapat akan semakin cepat. Perhatikan gambar dibawah ini..

 

3.      Apa itu ISO?

Secara definisi ISO adalah ukuran sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi settingan ISO akan semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Untuk mendapatkan gambar yang jelas tentang ISO, coba bayangkan saja sekumpulan semut pekerja.

·         Sebuah ISO adalah sebuah semut pekerja, jika kamera diatur ISO 100, artinya kamu memiliki 100 semut pekerja. Dan

·         Jika kamera diatur ISO 400, artinya kamu memiliki 400 semut pekerja.

Tugas setiap semut pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa dan bertugas membuat gambar. Jika menggunakan dua lensa yang masing-masing diatur pada aperture f 1.4 dengan pengaturan ISO kamera pertama menggunaka ISO 100 dan kamera kedua menggunakan ISO 200, maka kamera mana yang paling cepat menghasilkan gambar? Tentu kamera kedua yang menggunakan ISO 200.

Secara garis besar :

·         Dengan pengaturan aperture yang tetap, menaikkan ISO dari ISO 100 ke ISO 200 akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah gambar hingga 2 kali lebih cepat dari Shutter Speed 1/125 ke 1/250 detik.

·         Menaikkan ISO, membuatmu bisa bekerja dengan kondisi cahaya yang minim.

·         Saat menaikkan ISO ke 400, akan memangkas waktu pembuatan gambar hingga separuhnya lagi yaitu 1/500 detik

·         Setiap kali mempersingkat waktu exposure sebanyak separuh, artinya kamu menaikkan eksposur sebesar 1 Stop.

Kamu bisa mencoba pengertian ini dalam kasus Aperture.

Cobalah atur Shutter Speed selalu konstan pada 1/125 s (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv) dan ubah-ubahlah pengaturan ISO dalam kelipatan 2, misal dari 100 ke 200 ke 400 dan seterusnya, lihatlah perubahan besaran aperture kamu.

ISO perlu dinaikkan pada kondisi berikut :

·         Kondisi minim cahaya;

·         Sudah menggunakan Aperture dengan bukaan terbesar;

·         udah mengatur Shutter Speed pada kecepatan paling “wajar”.

Tapi tidak juga bisa menghasilkan eksposur yang normal. Maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah menaikkan ISO.

ISO juga harus dinaikkan demi alasan seni, misalnya ingin mendapatkan foto dramatis dengan noise.  Adakah Pengaruh Menaikkan Nilai ISO?

Menaikkan ISO sering dilakukan fotografer saat memotret dalam kondisi kurang cahaya, tujuannya agar tetap mendapatkan Shutter Speed yang “wajar” sehingga bisa meminimalisir hasil foto yang shake (goyang) atau blur. Namun ada efek samping saat ISO dinaikkan, kualitas gambar menjadi berkurang dan muncul noise atau bintik pada foto.

Dengan terus berkembangnya teknologi, kamera-kamera high-end saat ini sudah menawarkan peningkatan dalam me-render gambar dengan menggunakan ISO tinggi agar hasil yang didapatkan tetap terlihat baik. Selain itu, kemampuan rendering software untuk menghilangkan noise pun semakin meningkat. Contohnya kamu bisa menggunakan Adobe Photoshop untuk mengurangi noise. demikian, sangat-sangat disarankan untuk selalu menggunakan ISO serendah mungkin kecuali kamu memang ingin mendapatkan foto noise dengan alasan kreatifitas seni.

Mendapatkan Eksposur secara Kreatif dan Benar

Exposure dalam dunia fotografi adalah banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto. Untuk mendapatkan eksposur yang benar (correct exposure), dibutuhkan pengaturan ISO, Aperture serta Shutter Speed yang tepat sesuai kebutuhan. Kombinasi ISO, Aperture dan Shutter Speed ini biasa disebut sebagai segitiga exposur (The Triangle Exposure).

Kombinasi ketiganya digunakan untuk menghasilkan gambar yang kreatif dengan eksposur yang benar. Kamera dapat melakukan ini dengan perhitungan yang akurat secara otomatis, kamu tinggal atur saja ke pengaturan Auto. Tapi tak cukup hanya correct exposure, kamu harus bisa membuat creative exposure atau eksposure kreatif. Di sinilah kreativitasmu berperan. Untuk mendapatkan creative exposure, kamu harus paham dulu apa itu ISO, Aperture serta Shutter Speed pada kamera, baca penjelasan di atas.


Oleh : Abdul Razak

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya Instan Zaman Now

TIPS HINDARI VIRUS CORONA SAAT NAIK OJEK ONLINE SELAMA NEW NORMAL

Stay #AtHome Tanggapan Gamer dan Penikmat FilmTerhadap Pandemi Covid-19