IKUTI ZAMAN MU JANGAN LUPAKAN BUDAYA MU

    Di era sekarang ini, anak-anak muda pasti menjadi wajah penilaian dari kaum orang tua. Banyak orang tua dimana pun pasti mengatakan bahwa anak zaman sekarang ini yang paling enak hidupnya. Sebagai contoh “kau enak jaman sekarang serba mudah, jaman kami dulususahnya minta ampun” entah apa maksud dan tujuan orang tua kita atau yang lainnya berbicara seperti itu, atau sebagai perbandingan, bisa juga menuntut agar kita bersyukur ? ya mau bagaimana pun fakta nya memang sekarang jaman nya digital. Seperti yang kita ketahui, sekarang ini perubahan cukup pesat terutama di aspek teknologi. Perubahan teknologi tanpa disadari menyeret kita pada perubahan sosial. 

    Pasti muncul pertanyan mendasar, Apakah berpengaruh dengan majunya teknologi mengubah aspek sosial ? Ya jawaban nya sangat berpengaruh, teknologi menjadi alat tonggak mempermudah menjangkau apa pun. Salah satunya Gadget atau Hp Android. 

    Dengan hadirnya Gadget manusia akan lebih mudah melakukan sesuatu, misalnya saja ketika mau makan ada tinggal pesan melalui aplikasi ojol, ketika hendak mengantar barang tinggal pesan juga melalui aplikasi ojol, jadi dapat ditarik makna bahwa semua yang manusia lakukan itu sekarang dapat diwakili oleh teknologi. Tapi perlu kalian ketahui, bahwasannya memang anak millenial atau anak jaman sekaranglah penikmat teknologi itu. Tidak bisa dipungkiri bahwa anak sekarang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget. 

    Sudah menjadi kebutuhan hidup, rasanya kalau tidak memiliki gadget, kita akan ketinggalan segalanya, mulai dari ketinggalan informasi hingga ketinggalan komunikasi. Ada satu riset dari  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia yang menyatakan bahwa pengguna internet dari segmen umur, usia 15-19 tahun mempunyai penetrasi paling tinggi dengan presentase mencapai 91 %. Itu artinya anak jaman sekarang atau Milenial yang mendominasi penggunaan Internet. Sungguh luar biasa. 

    Penggunaan gadget yang besar tentu bukan hanya melakukan satu aktivitas saja. Ada banyak aktivitas yang dilakukan hanya dengan menggenggam gadget. Baik itu belajar, bermain game, ngobrol melalui Video call, ngobrol melalui grup, berbagi aktivias keseharian melalui Facebook. Sungguh ada banyak aktivias yang bisa dilakukan dengan hanya menggunakan gadget. 

    Tetapi banyak dari kita belum menyadari bahwa gadget sudah menghilangkan kebiasaan (budaya) yang sering kita lakukan dahulu. Contohnya saja, dahulu kita kalau berbelanja di warung itu senang rasanya karena saling bercanda dengan penjualnya, sekarang tidak perlu ke warung, tinggal buka aplikasi ojol lalu pesan apa yang kita inginkan. Dari sini kita mengetahui budaya yang dahulu itu sudah digantikan dengan gadget. sudah kurang komunikasi antara penjual dan pembeli. Ambil juga contoh lain. Dahulu sering ngumpul bersama teman teman kita berbicara dengan segala hal, tetapi sekarang tidak perlu repot, ada aplikasi Whatsaap grup yang memungkinkan kita semua bisa berkomunikasi hanya dengan menggunakan gadget. 

    Jadi budaya terdahulu kita berkomunikasi secara langsung sekarang sudah tidak pernah atau jarang dilakukan. Semua serba fleksibel. 

  Kita dimanjakan dengan kemajuan teknologi ini. Tidak sedikit juga manusia lupa dengan kewajibannya atau tugasnya hanya karena sebuah gadget. Banyak kasus yang viral belakangan ini tentang gadget dengan si pengguna, satu contoh kasus pegawai atau karyawan disalah satu perusahaan Malaysia di pecat hanya karena bermain gadget. Jagat maya belakangan ini dihebohkan dengan satu kejadian yang melibatkan bos dan karyawan disatu perusahaan. Akibat kebanyakan bermain gadget, karyawan tersebut dimarahi bos nya. 

    Tidak hanya memarahi, bos tersebut juga menghancurkan gadget si karyawan tersebut.  Disini mengulas bukan gadget nya yang salah tetapi pengguna nya yang terlalu berlebihan sehingga lupa akan menyeimbangkan antara teknologi dan budaya. Sah sah saja kita mengikuti perkembangan jamn, tetapi tetap utamakan budayamu. 

Sejatinya budaya lah yang senantiasa menuntut kita untuk hidup disiplin. Setiap budaya pasti menerapkan cara hidup yang berbeda. Tetapi apa pun itu budayanya, disiplin lah yang paling diutamakan oleh budaya tersebut.

Oleh : Ahmad Deny

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Budaya Instan Zaman Now

TIPS HINDARI VIRUS CORONA SAAT NAIK OJEK ONLINE SELAMA NEW NORMAL

Stay #AtHome Tanggapan Gamer dan Penikmat FilmTerhadap Pandemi Covid-19